Tuesday, September 28, 2010

bahasa qalbu yang sarat


assalamualaikum wrt.
bismillahirrahmanirrahim.
ayah, halalkan apa jua ilmu yang telah engkau ajarkan.
google pic.

hingus yg tidak terhapus
berserta airmata yg tidak berseka
yang bukan disengaja
demi menyatakan kasih.
usah pertikai kenapa sekarang
sedih lirih kasih
yang dahulunya bagai tersisih

melihat kesakitan ditanggung
seperti melihat aku akan datang.

yang sama berjuang
untuk sedikit lagi masa terluang
berbual kosong atau berbual panjang
saat berharga yang tidak terjaga
terleka dan terbuang begitu saja

rintihan bukan menghalang waktu pulang
tapi mengingatkan pada diri sendiri
bahasa qalbu yang singkat
mencantum segala rasa
bagai bahasa rahsia
ingin sekali menyatakan
sukarnya hadapi takdir
melepasmu pergi bukan mengusir
bercampur baur redha dan pasrah
kendati kudrat yg lemah.

orangbiasa\25092010  

p/s : al fatihah, ayahandaku telah pergi menemui Pencipta-Nya, Selasa, 27/Sept./2010 bersamaan 19/Syawal/1431
wallahu'alam.

3 comments:

Suara Kalbu said...

Salam bu,

Takkan jemu meminta ibu bersabar dan redha dengan ketentuan ini. Takziah dari kami sekeluarga untuk ibu

ctpayong said...

terima kasih anakku...satu-satunya pengubat lirih duka hati ibu bila baca entry kamu...ntah tak tahu.

Suara Kalbu said...

Waahhhhh... terharunya..

Sedang menangis di celah ketiak ibu nih sob sob sob

Maafkan Aku JIKA..

Kita bercerita bagaikan sudah kenal lama tetapi di akhir bicara aku bertanya, by the way, siapa nama kamu?

Kita bercerita tentang rahsia yang menyentuh jiwa, suddenly airmataku jatuh di pipi.

Aku minta "excuse" untuk ke kedai runcit berhampiran untuk membeli whiskas atau friskies sebab tidak sampai hati lihat kucing yang tidak bertuan minta makan.

Bolehkan maafkan aku ?